• info@smanda-mrgn.sch.id
  • 024-76743954

PELATIHAN JURNALISTIK 2018

PELATIHAN JURNALISTIK 2018

Pada Senin(15/10)lalu, tim redaksi Jateng Pos singgah di SMA Negeri 2 Mranggen, Kabupaten Demak tepatnya di Jalan Pucang Peni Raya, Pucang Gading. Sekolah ini berlokasi berdekatan dengan TVRI Jawa Tengah.

Puluhan peserta yang berasal dari kelas X, XI, dan XII baik jurusan MIPA dan IPS serta pengurus OSIS tersebut, mengikuti pelatihan dengan antusias. Mereka terlihat tertarik dengan materi berkaitan jurnalistik yang kali pertama mereka dapatkan itu.

Pelatihan itu diisi oleh sejumlah narasumber antara lain Soekarya Ardi dan Ahmad  Fotografer dari Jateng Pos

Kepala SMA Negeri 2 Mranggen Solikhin, S.Pd., M.Pd. pada saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara menyampaikan, pelatihan tersebut sebagai salah satu upaya agar siswa di SMA memiliki pengetahuan tentang jurnalistik sekaligus mendukung program nasioal “Literasi” yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

“Kami berharap adanya pelatihan ini, peserta didik kami bisa belajar lebih dalam terkait dengan ilmu jurnalistik. Apalagi ini nara sumbernya merupakan praktisi di bidang jurnalistik,” ujarnya.

Melalui pelatihan itu, nantinya siswa bisa mengembangkan potensi atau minat dalam dunia tulis-menulis.  Sehingga, muncul anak-anak muda yang kreatif dalam menulis dan menghasilkan karya-karya terbaik. Apalagi SMA Negeri 2 Mranggen ini telah mendapatkan predikat “SEKOLAH ADIWIYATA NASIONAL” pada tahun 2016 dan tahun ini berproses menjadi “SEKOLAH ADIWIYATA MANDIRI””. Dengan bekal kemampuan menulis setelah mengikuti pelatihan jurnalistik tersebut siswa ditantang untuk menulis tentang kepedulian dan pelestarian lingkungan dalam rangka ikut menanggulangi “GLOBAL WARMING” yang sekarang baru marak di jagad ini.

Untuk itu, Bapak Solikhin selaku kepala Sekolah menekankan perlunya pengetahuan tentang dasar-dasar tentang kepenulisan, khususnya berkaitan dengan jurnalistik. Sehingga, nantinya bisa menulis info-info yang sesuai dengan kaidah jurnalistik sehingga tidak terjadi “pembohongan publik”.

“Saya berharap, anak-anak bisa menyerap ilmu yang diberikan nara sumber. Kegiatan ini sangat bagus. Manfaatkan ilmunya sebagai bahan manusia yang peka informasi. Sebab, penulis itu harus peka terhadap kondisi yang ada di masyarakat,” tambahnya. (Hadi Prayitno)



Komentar Facebook