
Pembukaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027
Juli 15, 2026
SP SMANDAM
Juli 29, 2026Pesisir Pantai Wedung, Demak, kamis 16 Juli 2026 — Aksi Nyata Pramuka SMAN 2 Mranggen Hijaukan Pesisir Wedung Demak. Di tengah ancaman abrasi dan perubahan iklim yang kian nyata menghantui kawasan pesisir Jawa Tengah, sebuah langkah konkret diambil oleh generasi muda. Dengan semangat “Menanam Hari Ini untuk Menyelamatkan Hari Esok”, puluhan anggota Pramuka dari SMAN 2 Mranggen turun ke jalan—atau lebih tepatnya, turun ke lumpur—untuk melakukan aksi penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir Pantai Wedung, Demak.
Aksi lingkungan ini bukan sekadar pemenuhan program kerja, melainkan sebuah bentuk kepedulian mendalam terhadap masa depan ekosistem bumi.
Investasi Hijau untuk Masa Depan Pesisir
Kawasan Wedung dikenal sebagai salah satu wilayah di Demak yang rentan terhadap terjangan ombak besar dan erosi pantai. Sadar akan ancaman tersebut, penanaman mangrove dinilai sebagai solusi jangka panjang yang paling efektif. Akar mangrove yang kokoh nantinya akan berfungsi sebagai benteng alami penahan abrasi, sekaligus menjadi rumah bagi berbagai biota laut.
“Apa yang kita tanam hari ini mungkin masih berupa bibit kecil. Namun, beberapa tahun ke depan, pohon-pohon ini akan menjadi pelindung bagi daratan dan sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar,” ujar salah satu perwakilan berkemeja cokelat pramuka di sela-sela kegiatannya.
Pendampingan dan Dukungan Penuh Sekolah
Semangat membara para anggota penegak SMAN 2 Mranggen ini tidak lepas dari bimbingan para guru yang setia mendampingi di lapangan. Hadir langsung di lokasi, Pembina Pramuka Putri, Ika Mutiara, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas ketahanan fisik dan mental para siswa yang antusias menembus medan berlumpur.
Selain itu, dukungan penuh dari pihak manajemen sekolah ditunjukkan dengan kehadiran Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Doni Tridadi, S.Pd. Beliau menegaskan bahwa pendidikan karakter tidak hanya terjadi di dalam ruang kelas. “Melalui aksi ini, kita sedang membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki empati tinggi terhadap lingkungan. Ini adalah implementasi nyata dari Dasa Darma Pramuka, yaitu cinta alam dan kasih sayang sesama manusia,” tegas Doni Tridadi, S.Pd.







